Senin, 17 Agustus 2015

BURUKNYA RODA PEREKONOMIAN DI BANTAENG

      Bantaeng daerah yang dikenal sebagai daerah yang tingkat pembagunanya sangat sukses dibanding daerah lain yang ada di sulawesi-selatan bahkan sudah menjadi daerah percontohan untuk daerah lain.Dengan nama besar yang di sandangnya saat ini tentulah Pemerintah khususnya Kab.BANTAENG sangat bangga dan berbesar hati atas pencapaian yang di dapatnya, namun di balik kesuksesan itu masalah yang tidak ter-expos tentulah juga sangat memprihatikan terutama perekonomian yang ada di daerah ini.Pasar sentral khususnya menjadi perhatian serta banyaknya masyarakat yang merantau keluar daerah bahkan keluar negri demi mencari penghasilan.
     Pasar sentral yang ada di bantaeng sangatlah amburadul penataannya, para penjual kini banyak mengeluh karena pendapatan yang didapatkan di pasar sangatlah kurang bahkan demi mengepulkan asap di dapur perlu pinjaman dari rentenir,atau uang dari yang meminta jaminan berharga.pasar sentral bantaeng kini dikuasai oleh pihak pemerintah dengan penghasilan distribusi yang sangat fantastis namun setoran yang masuk keKAS daerah itu sangat minim.Banyak sumber yang memberikan informasi tentang kongkalikong yang di lakukan oleh pengelolah pasar, misal : Seharusnya tidak ada yang bisa berjualan di luar area pasar karena sangat mengganggu pengguna jalan, kini dengan adanya pembiaran yang di berikan kepada pihak pasar maka sekarang pasar sentral kini  sudah punya pasar tandingan, yang mana pasar tandingan itu sangatlah menunjukkan persaingan yang tidak sehat.pedagang yang membawah barang jualan dari gunung dijualnya kedalam pasar bagi pengencer dengan harga jual sedikit mahal , namun bila barang yang di bawahnya itu kurang laku maka si pembawa barang tersebut membuka lapak di luar area pasar kemudian menjualnya dengan harga dibawa yang dijualkan oleh para penjual di dalam pasar.
      Sungguh sangat miris rasanya melihat keadaan masyarakat yang berpropesi pedagang dipasar sentral Bantaeng ,selain itu banyaknya supermaket , toserba juga membuat perputaran UANG di daerah BANTAENG sangat membunuh perekonomian yang ada di pasar di tambah penjual sembako, sayaur mayur keliling juga membuat pasar sentral BANTAENG kini menjadi mati suri.Banyaknya pedagang yang gulung tikar memaksa untuk meniggalkan kampung halaman dengan meninggalkan UTANG dari MODAL yang di ambil  entah itu dari KOPERASI, BANK, ataupun RENTENIR sehingga beban yang ditinggalkan di kampung halaman menjadi beban tersendiri yang tak tahu akhir ceritanya.
        BANTAENG dengan dana fantastis yang mencapai TRILYUNAN rupiah hanya sebatas angan-angan yang diharap dapat merubah perekonomian dengan harapan perputaran UANG dapat juga dirasakan dengan bertrangsaksi di PASAR SENTRAL BANTANENG.
Keberhasilan suatu daerah dapat dilihat dengan suksesnya masyarakat lokal didaerahnya sendiri , bukan pencitraan semata dengan sorotan kamera kegagalan di sulap menjadi keBERHASILAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar