Di tempat kami dilahirkan ini semakin hari semakin kami tergeser oleh pendatang baru yang mencoba peruntungan di kampung kami sampai berhasil dengan kerja kerasnya, kini mereka sudah sukses sedangkan kami hanya mampu menonton layaknya permainan sepak bola yang kalah main di kandang sendiri.Kurangnya perhatian dan pelatihan untuk siap kerja menjadi kendala untuk bersaing , bahkan pengalaman kerjapun hanya bisa sebagai kuli kasar, buruh dan tukang becak sedangkan pendidikan kami tak kalah dengan pendatang baru, sebenarnya ini salah siapa..?
Bilamana mendaftar untuk menjadi PNS saingan kami dimonopoli oleh keluarga pejabat ,dan orang yang punya uang banyak untuk membayar kelulusannya.Hal yang demikian yang membuat anak daerah yang sekolahnya sampai keperguruan tinggi itu menjadi sarjana pengangguran yang tiap tahunnya semakin bertambah.Lapangan kerja di daerahku sebenarnya mampu mengurangi pengangguran kalau saja tidak merekrut daerah lain,tapi apa daya kenyataannya baik perusahaan daerah, suwasta dan usaha mandiri bahkan birokrasi itu 78% yang kerja itu orang luar dimana anak kandung daerahku...?
Fungsikanlah kami sebagai anak untuk berbakti, bekerja, membangun daerah kami sendiri bukan menjadi budak penguasa untuk dilempar keluar dari tanah kelahiran kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar